kubetno1.net

Saran dari Pilot: Bawa Air Minum dari Bandara ke Pesawat

Portrait of a friendly flight attendant serving food and drinks in an airplane and looking happy - travel concepts
Ilustrasi minuman di pesawat (iStock)

Jakarta -

Seorang pilot mengungkapkan barang sederhana yang harus dibeli setiap penumpang di bandara sebelum penerbangan. Air minum.

Pilot Jeanie Carter, dari perusahaan penerbangan Wheels Up, mengatakan air minum menjadi salah satu barang yang dikenai pembatasan dalam penerbangan. Air minum masuk dalam daftar pembatasan aeorosol dan gel (LAG) yang boleh dibawa penumpang.

Aturannya, penumpang hanya bisa mengemas LAG dengan kapasitas masing-masing tidak lebih dari 100 ml. Selain air minum, dalam daftar LAG adalah busa cukur, lotion, minyak, parfum, shampo aerosol, pasta gigi, material semipadat, dan bahan yang sejenis itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menghindari haus, ia menyarankan penumpang membeli minuman atau mengisi botol air isi ulang di bandara sebelum naik ke pesawat. Dia berkaca kepada pengalaman pribadi.

ADVERTISEMENT

"Saya selalu berhenti di toko atau di mana pun yang menjual air kemasan dan membawa sendiri ke dalam pesawat," kata Carter seperti dikutip The Sun, Sabtu (20/1/2024).

Selain itu, Carter menyebut, kadang kala karena situasi tidak memungkinkan pramugari tidak dapat menyajikan minuman dalam penerbangan.

"Pada penerbangan komersial, saya menemukan ada kalanya pramugari tidak dapat menyajikan minuman apa pun karena penerbangan yang sangat singkat atau adanya turbulensi," dia menambahkan.

"Saat situasi seperti itu pramugari akan merasa tidak aman jika membawa kereta di lorong," dia menegaskan.

Bahkan, sejumlah pramugari mengungkapkan kualitas air di pesawat tidak selalu sip. Kadang kala tangki penyimpanannya jarang dibersihkan.

"Kecuali kami sangat putus asa, kami tidak akan minum kopi atau teh yang disediakan di pesawat. Air yang kita gunakan untuk membuat kopi dan teh berasal dari tempat yang sama, dan coba tebak? Itu tidak pernah dibersihkan.," kata pramugari bernama Cierra Mistt.

Cierra menambahkan tes kualitas air yang dikampanyekan maskapai penerbangan ternyata tidak dilakukan secara rutin. Sebab, untuk mendapatkan hasil pengujian tes air itu dibutuhkan waktu panjang.

"Kami diberitahu bahwa diperlukan waktu sekitar 6-9 bulan untuk melakukan satu pengujian pada satu pesawat, dan mereka tidak akan membersihkan tangki tersebut kecuali mereka menemukan sesuatu," kata Cierra.

Selain itu, pramugari lain menyebut air minum di pesawat terbatas, sehingga penumpang tidak bisa seenaknya meminta isi ulang. Dari pada minta refil air minum di pesawat, pramugari menyarankan untuk mengisi botol minum penumpang sebelum naik ke kabin. Air siap minum kini tersedia di banyak bandara, sehingga penumpang bisa mengisi botol minum jika diperlukan.

"Lain kali pastikan botol air Anda penuh sebelum naik ke pesawat, jika Anda tidak ingin 'dihakimi' oleh pramugari saat meminta refil air minum," tulis salah satu pramugari dalam sebuah platform komunitas.



Simak Video "Mengintip Persiapan Kru Pesawat Sebelum Terbang"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat