kubetno1.net

Turun dari Pesawat Jangan Mandi Air Hangat, Lho Kenapa?

Ilustrasi Mandi
Ilustrasi mandi (Getty Images/iStockphoto/)

Jakarta -

Setelah penerbangan panjang, mandi dengan air panas biasanya menjadi salah satu cara melepas lelah. Tapi ternyata, cara itu merugikan dan sebaiknya dihindari.

Dilansir dari Mirror UK pada Kamis (1/12/2023), Travys Carinci, manajer layanan pelanggan Qantas, bahkan menyebut mandi air hangat setelah terbang dapat merusak kulit.

"Saya melewatkan mandi air hangat setelah terbang, meski tergoda untuk melakukannya. Mandi air hangat akan membuat kulit Anda kering," kata dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Travys berkata bahwa air hangat juga punya efek samping lain. Jika penumpang menderita penyakit eksim, mandi air hangat setelah terbang akan memperburuk kondisi eksim.

"Mandi air hangat juga dapat membuat kulit berjerawat karena menghilangkan minyak dari kulit Anda," dia menjelaskan.

ADVERTISEMENT

Seringkali, penumpang buru-buru mandi setelah turun dari pesawat. Tidak sedikit pula yang mengaku berendam dalam waktu lama setelah sampai di rumah atau penginapan usai penerbangan. Seperti mandi air hangat, berendam juga tidak disarankan.

"Berendam secara berlebihan akan membuang semua bakteri baik dari tubuh Anda," katanya lagi.

Menurut Travys mandi air dingin adalah pilihan terbaik untuk kulit dan melawan jetlag. Air dingin bagus untuk meningkatkan sirkulasi dan dapat membuat kulit bersinar. Tambahnya, tubuh akan lebih berenergi.

"Air dingin merangsang produksi noradrenalin dan beta-endorfin. Impuls listrik dikirim dari ujung saraf ke otak kita saat kita mandi air dingin, dan reaksi kimia ini mungkin memiliki efek antidepresan pada beberapa individu," tulis WebMD.



Simak Video "Pesawat Kargo Militer Rusia Jatuh Sesaat Setelah Lepas Landas"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat