kubetno1.net

Sukolilo Dituding Sarang Penyamun Penadah Mobil Bodong, Camat Buka Suara

Camat Sukolilo Andrik Sulaksono ditemui di kantor Kecamatan Sukolilo, Selasa (11/6/2024).
Camat Sukolilo Andrik Sulaksono ditemui di kantor Kecamatan Sukolilo, Selasa (11/6/2024).(Dian Utoro Aji/)

Jakarta -

Setelah tragedi pengeroyokan rombongan rental asal Jakarta yang dikira maling, kini Sukolilo, Pati, Jawa Tengah dicap sebagai kampung bandit penadah mobil bodong. Camat Sukolilo, Andrik Sulaksono, buka suara.

Stempel itu diunggah beramai-ramai di media sosial. Pantauan di media sosial X per hari Selasa (11/6/2024) hingga petang kata Sukolilo masih trending, hingga kemudian tergeser Timnasday menjelang pertandingan Indonesia dengan Filipina. Beberapa postingan mengaitkan wilayah Sukolilo sebagai kawasan penadah mobil bodong.

Itu buntut kejadian pengeroyokan rombongan rental yang dikira maling di Sumbersoko pada Kamis (6/6). Pengeroyokan itu sampai membuat satu korban tewas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu postingan akun X @heraloebs menarasikan wilayah Sukolilo menjadi kampung bandit penadah mobil bodong.

"Sukolilo Pati jadi Kampung Bandit Penadah mobil bodong? Netizen heran, penegak hukum kok diam-diam saja," tulisnya seperti dilihat detikJateng, Selasa (11/6/2024).

ADVERTISEMENT

Pada unggahan satu hari lalu, juga melampirkan komentar netizen yang menyebutkan daerah Sukolilo sebagai kampung penadah mobil bodong.

Andrik membantah jika daerahnya merupakan kampung bandit penadah mobil bodong.

"Sepengetahuan saya tidak ada kampung penadah atau sebagainya," kata Andrik saat ditemui di kantor Kecamatan Sukolilo, Selasa (11/6).

Dia bilang tudingan itu muncul karena opini netizen imbas adanya kejadian pengeroyokan rombongan rental dari Jakarta yang dikira warga adalah maling.

"Itu hanya opini dari warganet yang menyampaikan karena mungkin kesalahan apa yang terjadi kejadian di Desa Sumbersoko," kata dia.

Andrik mengatakan telah mengumpulkan seluruh kepala desa hingga tokoh masyarakat untuk tindak lanjut kejadian setelah pengeroyokan dan tawuran antara pemuda di wilayahnya.

Kegiatan itu sebagai upaya untuk mengajak masyarakat agar tidak main hakim sendiri. Jika ada permasalahan agar melaporkan kepada pemerintah setempat atau langsung dengan kepolisian.

"Untuk menindaklanjuti beberapa hari terakhir ini istilah yang terjadi di Sukolilo jadi untuk melakukan langkah kepala desa kita kumpulkan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dengan maksud di tingkat desa juga dilakukan seperti itu (langkah keamanan ketertiban di desa)," jelas Andrik.

"Jadi di dalam lingkup desa ada komunikasi dengan tokoh-tokoh, kita libatkan semua termasuk sekolah, jika anak-anak membuat permasalahan, silakan dikoordinasikan dengan kami, ketika ada informasi jajaran kami selalu sigap untuk menyelesaikan permasalahan seperti itu," dia melanjutkan.

Andrik mengatakan kondisi di wilayahnya berangsur kondusif imbas adanya dua kejadian kericuhan beruntun. Pertama adanya kejadian pengeroyokan rombongan rental mobil dari Jakarta yang dikira maling. Akibat kejadian itu satu korban berinisial BH meninggal dunia.

Polisi juga telah menetapkan tiga tersangka kasus tewasnya bos rental itu. Ketiga tersangka EN (51), BC (37), dan AG (35).

Julukan kampung bandit dan sarang penyamun menguat setelah terjadi tawuran antara pemuda yang terjadi pada Sabtu (8/6) dini hari hingga menyebabkan satu korban meninggal dunia. Korban tewas adalah WG (21). Polisi telah menetapkan tersangka sebanyak tujuh orang.

"Kalau kondisi kantimbas di Sukolilo saat ini berjalan kondusif apa yang disampaikan kepala desa di Sukolilo mereka menyampaikan situasi di Desa kondusif dan aman termasuk di Sumbersoko kita juga komunikasi dengan pemerintah desa situasi kondusif normal seperti biasanya," kata dia.

***

Artikel ini sudah lebih dulu tayang di detikJateng. Selengkapnya klik di sini.



Simak Video "Viral Kades di Pati Marahi Sejumlah Pemuda di Depan Mayat Tergeletak"
[Gambas:Video 20detik]
(iah/fem)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat