kubetno1.net

Ramai Penolakan Beach Club Raffi Ahmad, Ternyata Belum Pengajuan Izin

Raffi Ahmad mengunggah postingan peletakan batu pertama resort-beach club di Gunungkidul.

Foto diunggah Selasa (19/12/2023).
Raffi Ahmad mengunggah postingan kala peletakan batu pertama resort-beach club di Gunungkidul. Foto diunggah Selasa (19/12/2023). (dok. IG Raffi Ahmad)

Jakarta -

Wacana Raffi Ahmad yang ingin membangun resort dan beach club di kawasan Gunungkidul ramai ditentang banyak orang. Usut punya usut, ternyata pengajuan izin pun belum sempat dibuat.

Petisi penolakan pembangunan beach club Raffi Ahmad ini dibuat oleh Muhammad Raafi di change.org. Petisi yang dimulai sejak 21 Maret 2024 ini kini sudah diteken 29.907 orang.

Petisi itu berjudul "Tolak Pembangunan Resort Raffi Ahmad di Gunungkidul!". Dalam petisinya Raafi menyinggung soal lokasi proyek beach club yang berada di kawasan lindung geologi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meskipun sama-sama Raffi, saya nggak sepakat dengan rencana Raffi Ahmad membangun resort di Gunungkidul," jelas Raafi di laman change.org seperti dilihat pada Selasa (11/6/2024).

Dia mengaku sempat merasa senang dengan rencana pembangunan tersebut sebab bisa menikmati pemandangan di Gunungkidul. Namun, dia lalu menyebutkan dampak negatif dari pembangunan beach club tersebut karena berdiri di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK).

ADVERTISEMENT

"Tapi setelah tahu info pembangunan resort ini lebih jauh, ternyata dampak negatifnya ngeri juga ya. Pembangunan proyek Raffi Ahmad ini termasuk dalam Kawasan Bentangan Alam Karst (KBAK) Gunung Sewu. Itu kawasan lindung geologi. Yang harusnya nggak boleh dibangun apa-apa," ujarnya.

Raafi lalu mengutip pernyataan WALHI Jogja soal pembangunan beach club itu bisa menyebabkan kekeringan dan rusaknya karst. Di sisi lain, menurutnya, keuntungan proyek itu hanya akan didapatkan pihak investor.

"Kalau resort itu dibangun, pastinya yang banyak dapat keuntungan adalah investor dan pengusaha. Masyarakat cuma dapat yang nggak enaknya aja," cetusnya.

Dengan alasan ini, dia membuat petisi tersebut untuk membatalkan rencana Raffi Ahmad membangun beach club di Gunungkidul.

"Makanya lewat petisi ini, saya meminta rencana pembangunan proyek resort dan beach club di Gunungkidul dibatalkan. Saya juga meminta Bupati Gunungkidul Sunaryanta untuk memperketat pemberian izin hotel dan resort. Apalagi yang mau dibangun di kawasan bentang alam karst yang harusnya dilindungi," tutur dia.


Belum Ada Izin Masuk soal Proyek Beach Club

Dimintai konfirmasi terkait progres pembangunan beach club milik Raffi Ahmad, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Asar Jajar Riyanti, mengatakan pihaknya belum menerima permohonan izin apapun dari Raffi Ahmad.

"Kalau sampai saat ini kami belum menerima permohonan perizinan apapun terkait rencana tersebut," kata Riyanti kepada detikJogja melalui telepon, Selasa (11/6).

Riyanti mengatakan pada Online Single Submission (OSS), belum mendeteksi adanya pengajuan izin tersebut. Lebih lanjut, Riyanti mengungkapkan pihaknya tidak mengetahui apakah perizinan tersebut merupakan wewenang kabupaten atau bukan.

"Kita nggak tahu juga nanti pengajuannya seperti apa, bagaimana, kewenangan kabupaten atau bukan kita juga belum ada penapisannya," terangnya.

Terkait adanya penolakan pembangunan beach club tersebut, Riyanti mengatakan pihaknya hanya mengikuti prosedur. Dia juga mengatakan Bupati belum mengeluarkan izin apapun.

"Sampai saat ini kami sampaikan belum ada izin yang dikeluarkan dari Bupati. Kita juga belum mengeluarkan izin apapun terkait usaha tersebut," pungkasnya.

________________________

Artikel ini telah tayang di detikJogja



Simak Video "Kemenparekraf Bakal Jembatani Dialog WALHI dengan Raffi Ahmad"
[Gambas:Video 20detik]
(wkn/wkn)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat