kubetno1.net

20 Ribu Orang Sepakat Tolak Beach Club Raffi Ahmad di Gunungkidul

Raffi Ahmad akan bangun vila dan beach club di Pantai Krakal, Gunungkidul, Yogyakarta
Raffi Ahmad berpose di lahan yang direncanakan sebagai beach club di Gunung Kidul, Yogyakarta. (Instagram raffinagita1717)

Jakarta -

Raffi Ahmad berencana membuat beach club di Gunungkidul, Yogyakarta. Tetapi, ramai-ramai masyarakat protes rencana itu hingga lebih dari 20 ribu orang tolak lewat petisi.

Sebelumnya banyak warga yang memprotes wacana tersebut. Kini, kritik semakin banyak dilontarkan lewat petisi di change.org. Itu karena Beach Club yang akan dibangun rencananya berada di atas lahan konservasi.

Petisi yang dibuat Muhammad Raafi saat ini telah ditandatangani lebih dari 20 ribu orang. Penolakan itu menyoroti akan potensi adanya dampak negatif yang begitu besar di kawasan tersebut, salah satunya perihal kekeringan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau resort itu dibangun, pastinya yang banyak dapat keuntungan adalah investor dan pengusaha. Masyarakat cuma dapat yang nggak enaknya aja," ungkapnya.

Tak hanya di situs itu, penolakan juga mulai terlihat di Instagram. Lebih dari 6 ribu orang mengunggah stories berisi kampanye petisi itu.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) menyebut beach club itu nantinya akan dibangun di kawasan Bentangan Alam Karst (KBAK) Gunungsewu. WALHI menilai proyek itu bakal menabrak Permen ESDM nomor 17 tahun 2012 tentang KBAK.

"Pembangunan yang rencananya dibangun dengan luas 10 hektare tersebut dibangun di atas wilayah Kawasan Bentangan Alam Karst (KBAK) Gunungsewu bagian timur. Padahal dalam Permen Nomor 17 tahun 2012, Kawasan Bentang Alam Karst merupakan kawasan lindung geologi sebagai bagian kawasan lindung nasional. Artinya, pemanfaatannya tidak boleh berpotensi merusak kawasan bentang alam karst," tulis rilis tersebut pada Kamis (21/12).

WALHI menilai pembangunan wisata milik Raffi Ahmad itu kemungkinan akan merusak wilayah batuan karst serta daya tampung dan dukung air. Selain itu, WALHI menyebutkan wilayah KBAK tersebut merupakan zona rawan banjir dan amblesan tinggi.

"Dengan luasnya pembangunan beach club milik Raffi Ahmad tersebut tidak menutup kemungkinan akan merusak wilayah-wilayah bebatuan karst di sekitarnya. Hancurnya bukit karst dapat menimbulkan rusaknya daya tampung dan daya dukung air," jelas WALHI.

"Pada peta KBAK Gunung Sewu bagian Timur, wilayah kapanewon Tanjungsari mempunyai zona-zona rawan bencana banjir dan zona rawan bencana amblesan tinggi. Pembangunan club beach Bizert dengan luas tersebut dapat memperbesar potensi terjadinya banjir dan longsor karena menghilangnya daya dukung dan daya tampung di wilayah Tanjungsari," tambahnya.

Saat ini, Raffi Ahmad tengah berada di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Namun pada akhir tahun lalu, Raffi Ahmad pernah menanggapi isu ini. Ia mengaku tidak bisa banyak berkomentar.

"Kemarin juga sudah ada dari bupatinya. Nanti saja ya, ini lagi harus jalan dulu," kata Raffi Ahmad ditemui di Studio Sepat, Kebagusan, Jakarta Selatan, pada Jumat (22/12/2023).

Raffi juga akan memeriksa kembali kabar itu. Terlebih ia baru mengetahui kabar itu dari awak media.

______________________________

Baca artikel selengkapnya di detikPop



Simak Video "Kemenparekraf Bakal Jembatani Dialog WALHI dengan Raffi Ahmad"
[Gambas:Video 20detik]
(wkn/wkn)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat