kubetno1.net

Singapore Airlines Tawarkan Ganti Rugi Duit buat Korban Turbulensi

A woman eats as the Singapore Airlines aircraft for flight SQ321 is parked on the tarmac after an emergency landing at Suvarnabhumi International Airport, in Bangkok, Thailand, May 22, 2024. REUTERS/Athit Perawongmetha
Pesawat Singapore Airlines yang mengalami turbulensi (Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha)

Jakarta -

Singapore Airlines menawarkan sejumlah uang bagi para korban turbulensi. Kompensasi ini ditujukan kepada mereka yang terluka dalam penerbangan London ke Singapura.

Mengutip BBC, Selasa (11/6/2024), ganti uang itu dikabarkan dalam sebuah unggahan di media sosial. Maskapai ini mengatakan bahwa mereka menawarkan untuk membayar USD 10,000 (Rp 163 juta) bagi mereka yang mengalami cedera ringan.

Untuk penumpang yang mengalami cedera yang lebih serius, maskapai ini memberikan "uang muka sebesar USD 25.000 (Rp 407 juta) untuk memenuhi kebutuhan mendesak mereka" dan diskusi lebih lanjut untuk mendukung "kondisi khusus mereka".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang penumpang asal Inggris berusia 73 tahun meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka saat penerbangan SQ 321 mengalami turbulensi di atas Myanmar lalu dialihkan ke Thailand pada bulan Mei lalu.

Singapore Airlines belum mengungkap informasi lebih lanjut tentang berapa banyak orang yang berhak mendapatkan ganti rugi. Lebih dari seratus orang yang berada di pesawat SQ 321 dirawat di rumah sakit di Bangkok setelah insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

Investigasi awal menunjukkan bahwa pesawat berakselerasi dengan cepat ke atas dan ke bawah, dan turun sekitar 54 m dalam waktu 4,6 detik. Para penumpang menggambarkan bagaimana kru dan mereka yang tidak mengenakan sabuk pengaman terlempar dan menghantam langit-langit kabin.

Sebuah rumah sakit di Bangkok tempat para penumpang dirawat mengatakan bahwa mereka cedera tulang belakang, kepala, dan otot.

Terdapat 211 penumpang dan 18 kru di dalam pesawat Boeing 777-300ER pada saat kejadian. Mereka berasal dari Inggris, Australia, dan Singapura.

Perusahaan mengatakan akan menawarkan pengembalian uang tiket secara penuh kepada seluruh penumpang dalam penerbangan tersebut, termasuk mereka yang tidak mengalami cedera.

Selain itu, Singapore Airlines juga mengatakan bahwa para penumpang akan menerima kompensasi keterlambatan sesuai dengan peraturan Uni Eropa atau Inggris.

Maskapai ini juga menawarkan SGD 1.000 (Rp 12 juta) kepada semua penumpang untuk menutupi biaya yang diperlukan dan menerbangkan orang yang dicintai agar dapat terbang ke ibu kota Thailand, jika diminta.

Di bawah peraturan internasional, maskapai penerbangan harus menawarkan kompensasi ketika penumpang terluka atau meninggal dunia saat berada di dalam pesawat.

Insiden ini menarik perhatian pada praktik penggunaan sabuk pengaman. Karena, maskapai penerbangan biasanya mengizinkan penumpang untuk melepaskan sabuk selama kondisi normal.



Simak Video "Pernyataan Belasungkawa CEO Singapore Airlines Atas Insiden Turbulensi"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat