kubetno1.net

Nasib 329 Orang yang Terlanjur Mendaki Gunung Slamet saat Pendakian Ditutup

Kondisi puncak Gunung Slamet terlihat dari sekitar Pos Bambangan, Kabupaten Purbalingga pada Kamis (9/5/2024).
Foto: Gunung Slamet (dok. Saiful Amri)

Purbalingga -

Jalur pendakian Gunung Slamet ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Saat berita itu diumumkan, ada 329 orang yang terlanjur mendaki gunung tersebut.

Pengelola basecamp pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Saiful Amri mengungkapkan, saat keluar pengumuman peningkatan aktivitas Gunung Slamet disusul penutupan jalur pendakian, ada ratusan pendaki yang naik via Pos Bambangan.

"Jadi waktu keluar press rilis itu sedang ada pendaki yang memang lagi naik. (Pukul) 11.30 WIB kami sudah ada pendaki yang naik jumlahnya 329 pendaki dari pos Bambangan," kata Saiful, Senin (13/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, penutupan jalur pendakian sebenarnya sudah dilakukan sejak akhir pekan kemarin. Namun baru ada pengumuman resmi setelahnya.

"Pengumuman laporan aktivitas Gunung Slamet itu kan keluar tiap 15 hari sekali. Kemarin karena peningkatan aktivitas signifikan jadi itu keluar setelah 8 hari. Sebenarnya sudah mulai ditutup pada tanggal 12 siang kemarin," kata Saiful.

ADVERTISEMENT

"Dari kemarin memang sudah ditutup ini untuk mengantisipasi banyaknya pendaki yang kurang percaya karena di IG official Slamet via Bambangan itu belum rilis penutupan. Akhirnya kami baru bisa informasikan hari ini," sambungnya.

Meski begitu, pihaknya tidak langsung menjemput ratusan pendaki yang terlanjut mendaki itu. Sebab, mereka hanya ingin nge-camp di Pos 5 dan itu masih batas radius aman.

"Kenapa itu dilakukan karena kami tahu bahwa mereka hanya naik di radius aman atau sekitar 3 km dari puncak. Itu posisinya di Pos 5 jadi kami biarkan camp satu malam. Paginya kita jemput turun," jelasnya.

Saiful menyebut meski ada peningkatan aktivitas, status Gunung Slamet belum berubah. Namun pihak pengelola tetap khawatir jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Statusnya tetap di Level II Waspada tetapi secara kegempaan meningkat signifikan. Jadi pengelola khawatir terjadi seperti di Gunung Marapi, karena ini menyangkut nyawa akhirnya kami ambil keputusan untuk tarik mundur pasukan yang di atas," jelas Saiful.

"Di tanggal 11 itu kepulan asap tebal terlihat jelas sekali. Tapi tanggal 12 terlihat tenang sekali," lanjutnya.

Jika nantinya aktivitas vulkanik sudah menurun, pendakian akan kembali dibuka. Namun setelah adanya pengumuman resmi.

"Ini setelah dibuka tanggal 12 bulan kemarin. Satu bulan persis. Ketika nanti aktivitas sudah menurun akan dibuka kembali dengan pengumuman resmi," pungkasnya.

-------

Artikel ini telah naik di detikJateng.



Simak Video "Momen Evakuasi Pendaki yang Ditemukan Tewas di Gunung Agung Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat