kubetno1.net

Aturan Baru di Ibiza: Turis Dilarang Seks di Sembarang Tempat dan Mabuk-mabukan

Gemerlap Dunia Malam di Pulau Ibiza Kembali Menggelegar
Ibiza muak dengan turis-turis mabuk dan gemar melakukan seks di sembarang tempat. (Nacho Doce/Reuters)

Jakarta -

Warga Kepulauan Balearic, Spanyol muak dengan turis nakal. Kini, wisatawan dilarang mengonsumsi minuman alkohol hingga mabuk dan tidak boleh melakukan seks di sembarang tempat.

Rupanya, banyak turis yang berlibur ke dua kawasan pantai indah, di Mallorca dan Ibiza, tidak bertanggungjawab dan melakukan perbuatan seenak jidat. Mulai dari mabuk-mabukan di jalanan hingga yang paling parah adalah melakukan seks di area terbuka.

Pemerintah setempat menganggap ulah turis itu diakibatkan wisatawan terlalu bebas membeli dan mengkonsumsi minuman beralkohol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Balearic pun memperketat aturan pembelian dan konsumsi minuman beralkohol yang telah dibuat pada 2020. Wisatawan yang datang ke kawasan itu hanya diperbolehkan membeli alkohol di toko yang mendapatkan ijin pemerintah dan memiliki lisensi.

Selain itu, penjualan minuman alkohol atau minuman keras (miras) tidak boleh melanggar aturan yang sudah ditetapkan. Ya, penjualan miras dibatasi mulai pukul 21.30 hingga 08.00 waktu setempat.

ADVERTISEMENT

Dari laporan Euronews, aturan tersebut sepenuhnya melarang penjualan alkohol pada larut malam di beberapa tempat, seperti Llucmajor, Palma dan Calvia (Magaluf) di Mallorca, dan San Antonio di Ibiza.

Toko-toko kecil pun sudah dilarang untuk menjual minuman beralkohol, kecuali pada tempat yang sudah disediakan secara khusus oleh pemerintah. Selain itu, pihak berwenang juga telah melarang kapal-kapal menggelar pesta untuk berlayar dalam jarak satu mil dari salah satu destinasi tersebut. Kapal-kapal juga dilarang menaikkan dan menurunkan penumpang di area itu.

Denda yang dikenakan untuk pelanggaran aturan tersebut sebesar 500-1.500 euro (8-26 juta) dan jika kedapatan melanggar serta mengganggu ketertiban akan dikenakan denda yang lebih lagi mencapai 3.000 euro (sekitar Rp 52 juta).

"Tahun demi tahun muncul berita terkait perilaku tidak beradab yang dilakukan wisatawan (muda) yang telah menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan warga lainnya di sektor perhotelan dan pemerintahan terkait," tulis laporan itu.

Dikutip dari Sky News, Wali Kota Palma Jamie Martinez menyebut salah satu tujuan dari pemberlakuan aturan itu adalah untuk memperbaiki sikap tidak bertanggung jawab dan arogan dari para wisatawan. Aturan itu akan terus diberlakukan hingga 31 Desember 2027.

Pemkot Palma berharap setelah tahun tersebut bisa merubah perilaku wisatawan dan tak perlu ada aturan seperti itu lagi.

Tuai Pro dan Kontra

Aturan itu menjadi polemik. Kalangan pengusaha mengkritik kebijakan itu. Mereka menganggap dengan membatasi penjualan minuman beralkohol, wisatawan tak akan lagi melirik destinasi di Mallorca dan Ibiza dan lebih memilih destinasi wisata ke tempat lain yang tidak ada pelarangan minuman beralkohol.

tetapi ada pula yang mendukung aturan itu. Adapun salah satu pemilik restoran Casa Diego di Magaluf, Sergio Taltavul, mengatakan kebijakan itu sangat tepat. Ia menyebut wisatawan yang berkunjung di kawasan itu memperlakukan pulau bak surga itu dengan semena-mena.

"Ini sangat buruk, ini semua tentang budaya berpesta dan mabuk. Sebagian besar wisatawan memperlakukan pulau ini sangat buruk, saya melihat degradasi selama bertahun-tahun," katanya dikutip dari Daily Mail.



Simak Video "Mengisi Liburan Seru, Mengunjungi Penangkaran Penyu di Pulau Pramuka, Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat