kubetno1.net

Jepang Ubah Tiket Kereta dari Kertas Magnetik Menjadi QR

Jepang terkenal akan masyarakatnya yang disiplin, bersih dan tertib. Kebiasaan baik itu dapat ditemui saat berkunjung ke stasiun-stasiun kereta di Jepang.
Ilustrasi warga Jepang menunggu kedatangan kereta (Eduardo Simorangkir)

Jakarta -

Operator kereta api Jepang memutuskan untuk mengganti tiket yang berwujud kertas magnetik menjadi kode QR. Ada dua alasan utama, demi pelanggan dan lingkungan.

Diberitakan SoraNews, Jumat (30/5/2024) East Japan Railway Company, operator kereta api terbesar di wilayah Tokyo dan Jepang timur, mengumumkan tidak lagi menggunakan tiket fisik berupa kertas. Penerapan dilakukan secara bertahap.

Langkah serupa dilakukan oleh tujuh perusahaan kereta api lainnya, yakni Keisei, Keikyu, Shin Keisei, Seibu, Tobu, Tokyo Monorail, dan Hokuso.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, tiket fisik yang digunakan oleh JR East dan operator lainnya adalah kertas cetak di satu sisi, dengan lapisan magnet di sisi lainnya. Strip magnetik itu berisi informasi yang diperlukan untuk jarak dan tanggal berlakunya tiket.

Saat memasuki stasiun, traveler perlu memasukkan tiket ke gerbang otomatis, yang bertuliskan strip dan mengeluarkan tiket untuk Anda ambil. Kemudian, setelah mencapai tujuan, traveler memasukkan tiket ke gate untuk pemeriksaan terakhir. Dan jika semuanya baik-baik saja, mesin akan menyimpan tiket Anda saat Anda berjalan keluar.

ADVERTISEMENT

Namun, ada dua masalah dengan sistem ini, dari sudut pandang operator kereta api. Yang pertama adalah banyaknya bagian mesin bergerak yang terlibat dalam memindahkan tiket melalui gerbang dan memindainya, dan kerumitan tersebut menyebabkan biaya pemeliharaan yang lebih tinggi. Kedua, tiket terbuat dari dua bahan berbeda, kertas dan strip magnetik metalik, yang berarti bahwa komponen-komponen tersebut harus dipisahkan sebelum tiket bekas dapat didaur ulang, yang sekali lagi merupakan biaya tambahan.

Jadi, JR East dan operator kereta lainnya telah mengambil keputusan untuk menghilangkan tiket bermagnet, dan menggantinya dengan tiket kode QR. Hal ini akan memungkinkan tiket diperiksa hanya dengan pemindai optik, sehingga menghilangkan kebutuhan akan semua motor kecil di dalam gerbang tiket saat ini, dan biaya pemeliharaan terkait.

Tiket kode QR seluruhnya terbuat dari kertas, tanpa komponen logam, sehingga lebih ramah lingkungan karena lebih mudah didaur ulang.

Peralihan ke tiket kode QR dijadwalkan menjadi transisi berurutan yang dimulai pada musim semi tahun 2026.



Simak Video "Jepang Tutup Spot Foto Ikonik Berlatar Gunung Fuji"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat