kubetno1.net

India Membara! Suhu Tembus 52,9 Derajat Celcius

A man splashes water from a roadside tap on his face to cool off on a hot summer day in Lucknow, India, Monday, May 27, 2024. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)
Foto: AP/Rajesh Kumar Singh

Jakarta -

India dilanda gelombang panas sangat ekstrim. Suhu di sana menembus 52,9 derajat Celcius hingga bikin ketar-ketir.

Diberitakan Guardian, Kamis (30/5/2024) Departemen Meteorologi India (IMD) suhu ekstrem itu dicatat di stasiun Mungeshpur. Variasi suhu itu terlalu besar dibandingkan dengan stasiun lain. IMD pun memeriksa data dan sensor di stasiun Mungeshpur.

Sejumlah stasiun lain di sekitar ibu kota mencatat suhu tidak mencapai 50 derajat Celcius. Suhu tertinggi di Najafgarh yaitu 49,1 derajat Celcius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IMD memperingatkan warga bahwa panas punya dampak terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak, orang lanjut usia, dan penderita penyakit kronis.

Pemerintah kota memperingatkan risiko kekurangan air karena panas terik di ibu kota. Menteri Air, Atishi Marlena, juga mengimbau warganya untuk tidak boros air.

ADVERTISEMENT

"Untuk mengatasi masalah kelangkaan air, kami telah mengambil sejumlah langkah seperti mengurangi pasokan air dari dua kali sehari menjadi sekali sehari di banyak daerah," kata Atishi seperti yang dilaporkan Indian Express.

"Air yang dihemat akan dijatah dan disuplai ke daerah-daerah yang kekurangan air dimana pasokan hanya bertahan 15 hingga 20 menit sehari," dia menambahkan.

Setiap hari semakin panas

Gelombang panas terus meningkat selama berminggu-minggu, namun warga tetap terkejut dengan kondisi pada hari Selasa dan Rabu. Orang-orang bercerita tentang jari-jari mereka yang terbakar karena menyentuh kemudi mobil hingga air keran dengan suhu mendidih.

"Mandi hampir membuang-buang waktu. Kamu keluar dari situ dan seketika kamu berkeringat lagi," kata Aruna Verma, seorang guru kimia.

Sebagian besar pekerja konstruksi sampai harus mengubah jadwal kerja. Mereka mulai bekerja pukul 16.00.

"Batang logam yang saya gunakan terlalu panas untuk disentuh. Bahkan, jika saya memulai kembali pekerjaan pada jam 17.00, batang-batangnya masih terbakar dan panas dari percikan api memperburuk keadaan," kata Babu Ram, seorang tukang las yang bekerja di sebuah blok apartemen di New Friends Colony, di selatan pusat kota.

Media India sampai menerbitkan apa yang boleh dan tidak oleh dilakukan berdasarkan saran dokter demi bertahan di suhu panas ini. Warga didesak untuk tinggal di dalam rumah dan mengenakan pakaian berbahan katun yang tipis dan longgar.



Simak Video "Gelombang Panas di Odisha India Telan Korban Jiwa"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat