kubetno1.net

Hadapi Long Weekend, PHRI Bali Prediksi Okupansi Hotel Meningkat Lagi

Sejumlah wisatawan mancanegara menikmati suasana persawahan di Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Tabanan, Bali, Minggu (28/4/2024). Menurut pengelola DTW Jatiluwih, dalam menyambut World Water Forum (WWF) ke-10 akan mempersiapkan budaya pertanian tradisional khas Bali dan memperkenalkan subak atau sistem pengairan sawah saat kunjungan kepala negara dan delegasi WWF pada 24 Mei 2024. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/tom.
Foto: Ilustrasi wisatawan di Bali (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

Denpasar -

Libur long weekend sudah di depan mata. Bali masih menjadi destinasi primadona. Ketua PHRI Bali memprediksi long weekend akan dongkrak okupansi hotel.

Long weekend diramal membawa cuan bagi dunia pariwisata Bali. Pulau Dewata hingga kini masih jadi destinasi favorit wisatawan, baik itu domestik maupun mancanegara.

Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, memprediksi akan terjadi peningkatan kunjungan wisatawan saat long weekend.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bulan Mei ini kita mendapatkan 2 kali long weekend. Kita melihat long weekend periode sebelumnya, diprediksi ada peningkatan kunjungan wisatawan nusantara berkisar antara 12% hingga 15% atau 13.000 saat hari biasa hingga 16.000 saat long weekend, jadi naik 3.000," jelas Tjokorda Oka, Kamis (23/5/2024).

Menurut Tjokorda Oka, kehadiran 10th World Water Forum yang bertepatan dengan long weekend kedua di Bulan Mei menjadi salah satu alasan meningkatnya kunjungan wisatawan.

ADVERTISEMENT
Ketua PHRI Bali, Tjokorda OkaKetua PHRI Bali, Tjokorda Oka Foto: Ni Made Nami Krisnayanti/

Libur panjang juga turut membantu dalam mendongkrak okupansi hotel di Bali, khususnya di Bali Selatan. Kawasan Nusa Dua, Kuta, dan Sanur menjadi beberapa daerah dengan okupansi atau tingkat hunian yang meningkat tajam. Bahkan hampir 100% dan sudah terpesan.

"Kita bisa lihat beberapa kawasan seperti Nusa Dua, Kuta, dan Sanur jadi favorit. Namun hampir semua kawasan okupansi hotelnya meningkat. Selama libur panjang ini, betul ada peningkatan okupansi hotel, bahkan hingga 100% dan sudah terbooking," ujarnya.

Tjokorda Oka menyebut hotel di kawasan Nusa Dua menjadi hotel dengan tingkat okupansi tertinggi. Kegiatan internasional 10'th World Water Forum yang dilaksanakan di daerah Nusa Dua menjadi alasannya.

Kuta, Seminyak, Canggu, Sanur, dan Ubud yang menjadi kawasan favorit wisatawan domestik juga mengalami peningkatan okupansi. Dunia perhotelan Bali sudah tak perlu diragukan lagi kemampuannya dalam menampung gelombang kunjungan dikala long weekend.

Menurut Tjokorda Oka, hotel di Bali mempunyai kemampuan 100% okupansi, sehingga pelayanan dan fasilitasnya sudah sangat baik. Namun, antisipasi kemacetan menjadi perhatian khusus selama long weekend.

Guna menarik minat wisatawan dan memecah kunjungan wisatawan yang dahulu dominan di Bali Selatan, Tjokorda Oka menyarankan kepada seluruh pengelola hotel untuk menawarkan dan memberikan atraksi khusus sehingga menjadi daya tarik untuk bermalam di daerah Bali lainnya.

"Saat long weekend, diprediksi wisatawan akan lebih condong berkunjung ke Bali Selatan, seperti Nusa Dua, Kuta, dan lainnya. Saran saya pada teman-teman pengelola hotel di daerah Bali, coba mengadakan event atau atraksi yang menjadi daya tarik wisatawan untuk bermalam," saran Tjok Ace, sapaan akrabnya.



Simak Video "Padatnya Jalanan Jakarta Malam Ini Jelang Long Weekend Waisak"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat