kubetno1.net

Gila! Kereta Bawah Laut Hubungkan Eropa-Afrika di 2030

Peta Spanyol dan Maroko
Maroko dan Spanyol bakal terhubung dengan kereta bawah laut (Getty Images/iStockphoto/PeterHermesFurian)

Jakarta -

Mega proyek akan dibangun di Afrika dan Eropa. Dua benua itu dimungkinkan terhubung kereta bawah laut dalam beberapa tahun mendatang.

Mengutip CN Traveler, Selasa (21/5/2024), andai proyek itu terwujud, traveler dapat menaiki kereta api dari Spanyol ke Maroko. Perjalanan yang diklaim efisien dan berkelanjutan antara Eropa dan Afrika itu bisa ditempuh dalam waktu kurang dari enam jam.

Proyek terowongan kereta api bersejarah itu sedang dipertimbangkan oleh kementerian transportasi kedua negara. Dan, jalur kereta api pertama antara kedua benua dapat menjadi kenyataan hanya dalam beberapa tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terowongan bawah laut yang menghubungkan Eropa Selatan ke Afrika Utara pertama kali diusulkan pada tahun 1979. Tapi proyek ini memiliki faktor kepentingan yang baru karena Piala Dunia 2030.

Perhelatan akbar itu akan berlangsung di Portugal, Spanyol, dan Maroko. Oleh karena itu, Perusahaan Nasional Maroko untuk Studi Selat (SNED) mengumumkan penelitian awal mengenai kelayakan proyek ini, termasuk biaya konstruksi dan logistik pada minggu lalu.

ADVERTISEMENT

Terowongan kereta api ini akan merampingkan transportasi antara Spanyol dan Maroko. Sehingga memungkinkan penduduk untuk naik kereta api di Madrid dan tiba di Casablanca dalam waktu sekitar lima setengah jam.

Terowongan melalui Selat Gibraltar

Saat ini dibutuhkan waktu lebih dari 12 jam untuk mencapai kedua kota tersebut dengan menggunakan mobil dan kapal feri. Penerbangannya memakan waktu sekitar dua jam.

Ada juga kemungkinan proyek kereta api baru ini akan terhubung dengan rute kereta api yang sudah ada di kedua negara. Sehingga penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke benua lain di luar kedua kota tersebut.

Selama setahun terakhir, Spanyol dan Maroko telah terlibat dalam pembicaraan tingkat tinggi untuk menghidupkan kembali proyek tersebut. Menteri transportasi dari kedua negara mengadakan beberapa pertemuan sejak musim semi 2023.

"Oleh karena itu, kami memulai tahap baru dalam peluncuran kembali Fixed Link Project yang melalui Selat Gibraltar, yang kami mulai pada tahun 1981," kata Menteri Transportasi, Mobilitas, dan Agenda Perkotaan Spanyol Raquel Sánchez pada bulan April 2023.

Tahun lalu, Spanyol mengalokasikan 2,3 juta euro untuk meluncurkan studi kelayakan proyek terowongan tersebut.

Kereta api yang diusulkan akan menghubungkan Kota Punta Paloma, Spanyol, ke Malabata, Maroko, dekat Tangier dengan terowongan bawah laut, menurut The Spanish Society for Fixed Communication Studies across the Strait of Gibraltar (SECEGSA).

Total jarak jalur kereta api antara kedua stasiun akan memiliki panjang 42 km, dengan sekitar 27 km jalur yang melintasi terowongan bawah laut. Pada kedalaman terendahnya, terowongan ini akan berada sekitar 472 meter di bawah permukaan laut, demikian rencana yang ada di situs SECEGSA.

Jalur kereta ini dapat mengangkut hingga 12,8 juta penumpang setiap tahunnya. Total biaya proyek ini masih belum diketahui, namun perkiraan yang dilaporkan mencapai sekitar USD 7,5 miliar.

Ini bukan pertama kalinya Spanyol dan Maroko meneliti apakah sistem terowongan bawah laut dapat diwujudkan. Kedua negara ini juga meluncurkan studi kelayakan pada tahun 1981 namun kehilangan momentum.



Simak Video "Kereta Bawah Laut, Mungkinkah di Indonesia?"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat