kubetno1.net

Turis Inggris Ditangkap Polisi gegara Bikin Ulasan Palsu

Ilustrasi restoran
Ilustrasi pria masuk restoran (katleho Seisa/Getty Images)

Phuket -

Buat kamu yang suka memberi ulasan restoran perlu hati-hati nih kalau berkunjung ke Thailand. Karena, baru-baru ini seorang pria asal Inggris ditangkap polisi setempat karena bikin review palsu.

Pria itu bernama Alexander. Usianya 21 tahun. Dia ditangkap oleh Biro Investigasi Kepolisian Kerajaan Thailand di penginapan.

Ia menginap di sebuah apartemen dan di sanalah restoran itu berada. Niat hati ingin menggunakan jalan pintas melalui restoran tersebut, tapi ia dilarang masuk hingga kemudian malah terjadi adu mulut dengan staf.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Restoran Italia itu memang jalan yang paling gampang untuk bisa langsung sampai ke kamar apartemen yang ditinggali Alexander. Namun, restoran melarang dan menyuruh Alexander untuk menggunakan jalan umum supaya tidak mengganggu pengunjung restoran.

Geram karena triknya gagal, ia mengajak teman-temannya untuk memberi review satu bintang kepada restoran itu. Imbasnya, rating restoran ini menurun dari 4.8 menjadi 3.1 di platform Google.

ADVERTISEMENT

Pengelola restoran pun kaget saat melihat rating yang anjlok karena banyaknya reviews jelek. Ulasan itu bikin bisnis dan reputasi restoran menurun. Restoran pun melaporkan peristiwa janggal itu kepada kepolisian setempat pada Agustus 2023.

Dari laporan Phuket News, konflik itu ternyata terjadi pada 2022 dan nggak ada tanggal pasti kapan pemuda asal Inggris itu ditangkap. Hanya saja pihak berwenang mengumumkan kasus itu melalui laman Facebook pada 9 Mei 2024.

"Tersangka sudah diserahkan kepada petugas penyelidikan di Kantor Polisi Sakhu untuk tindakan hukum lebih lanjut lagi. Selama proses interogasi, ia membantah semua tuduhan tersebut," kata Mayor Polisi Jomparit Kaewrung, dikutip dari The Metro, Rabu (15/5/2024).

Jika terbukti bersalah maka Alexander akan dikenakan hukuman kurungan selama dua tahun atas pelanggaran yang dilakukannya yakni pencemaran nama baik. Sampai laporan ini dibuat, belum ada update terbaru tentang kasus yang dilakukan oleh Alexander.

Sebelum kasus Alexander ini ramai, di tahun 2020 juga pernah ada kejadian serupa. Seorang turis dari Amerika Serikat pernah ditangkap karena memberikan review buruk di platform TripAdvisor untuk tempat yang ia tinggali.

Turis itu nulis kalau Sea View Resorst di Phuket melakukan perbudakan modern dan setelah menulis reviews tersebut sang turis didakwa atas pencemaran nama baik. Untungnya ia berhasil dibebaskan setelah meminta maaf atas perlakukan yang telah dibuatnya.

Thailand memang dikenal sebagai negara yang menolak untuk hal-hal seperti itu, mereka masih menggunakan undang-undang yang kuno yang mengekang kebebasan berpendapat.



Simak Video "Thailand Siap Sambut Wisatawan Asing dan Tak Perlu Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat