kubetno1.net

Pemda Jabar Imbau Study Tour Dibatasi, Sandiaga dan Pemilik Obwis: Nggak Gitu...

Wisata kemah CampX di Danau Jatiluhur Purwakarta
Ilustrasi wisata Jabar (Dian Firmansyah/)

Jakarta -

Perizinan study tour diperketat setelah terjadi kecelakaan yang menimpa rombongan SMK Lingga Kencana, Depok, di Subang, Jawa Barat. Direktur Operasional PT Sari Ater, Herrie Hermanie Soewarma, merespons.

Imbauan disampaikan oleh Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin. Dia meminta kegiatan study tour satuan pendidikan dilaksanakan di dalam kota di lingkungan wilayah Provinsi Jabar melalui kunjungan ke pusat perkembangan ilmu pengetahuan, pusat kebudayaan, dan destinasi wisata edukatif lokal, yang ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di Provinsi Jabar.

Izin bisa diberikan kepada satuan pendidikan yang sudah merencanakan dan melakukan kontrak kerja sama study tour yang dilaksanakan di luar Provinsi Jabar dan tidak dapat dibatalkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imbauan itu direspons salah satu pengelola objek wisata di Jabar. Herrie tidak sepakat dengan imbauan itu. Dia mengatakan semestinya pemerintah menegaskan regulasi terkait penggunaan transportasi bukan membatasi kegiatan study tour.

"Kenapa kok pemerintah malah membatasi study tour-nya, padahal bukan study tour-nya yang harus dibatasi. Maksudnya bagaimana regulasi pemerintah menindak transportasi yang tanpa berizin, kemudian mensertifikasi driver, dan mengaudit perusahaan-perusahaan transportasi agar mereka betul-betul menggunakan bus yang layak," kata Herrie seusai kegiatan di gedung Kemenparekraf, Senin (13/5/2024).

ADVERTISEMENT

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno juga merespons kecelakaan maut itu dengan berkoordinasi untuk memperketat aturan transportasi yang digunakan saat study tour. Ia menekankan bahwa bukan study tour-nya yang harus diperketat, melainkan kelayakan kendaraan dan sumber daya manusianya.

"Kita terus berkoordinasi. Yang menjadi permasalahan inti dari kecelakaan bus yang beberapa kali terjadi ini bukan study tour-nya, tapi fasilitas transportasi dan kepastian bahwa fasilitas tersebut memiliki keandalan dan SDM yang mengemudikannya memiliki kesigapan dan dalam kondisi prima," kata Sandi.

Kemudian, ia juga mengimbau kepada instansi yang akan mengadakan study tour untuk selalu mengecek kepastian kendaraan yang akan digunakan dalam kondisi yang sesuai dengan aturan pemerintah.

"Jadi ekosistem yang harus kita perbaiki dan kita harus sosialisasikan ke SMK maupun organisasi apa pun itu karena study tour ataupun sekolah juga (harus memastikan) setiap pesanan kendaraan yang berkaitan dengan transportasi menuju destinasi wisata itu harus dalam kondisi sudah aman," ujar Sandiaga.

Untuk bisa melakukan pengecekan kendaraan yang digunakan telah terdaftar dan layak digunakan, ia menuturkan masyarakat bisa mengecek kelengkapan itu di aplikasi yang telah disediakan oleh pemerintah.

"Sudah ada aplikasi namanya SPIONAM dan ini sudah disediakan oleh Kementerian Perhubungan. Ini harus selalu dicek karena jika bus tersebut tidak terdaftar ini sudah merupakan red flag," ujar dia.

Kecelakaan maut pada Sabtu itu menelan korban tewas 11 orang dengan sembilan di antaranya adalah para siswa. Dalam penyelidikan awal, bus tidak berizin, kir mati, dan ada sistem pengereman yang tidak berjalan.



Simak Video "Kata Menparekraf Sandiaga soal Komitmen Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat