kubetno1.net

Buat E-Paspor Kini Bisa di Seluruh Kanim Indonesia

Ada paspor biasa dan elektronik sebagai kartu identitas seseorang saat melakukan perjalanan antar negara. Lalu, apa perbedaan paspor biasa dan elektronik?
Paspor elektronik Indonesia (Foto: Getty Images/iStockphoto/Aaftab Sheikh)

Jakarta -

Paspor elektronik atau e-paspor memiliki teknologi tambahan di dalamnya. Kini, seluruh kantor imigrasi di Indonesia sudah bisa membuatnya. Jadi traveler tidak perlu jauh-jauh ke kantor tertentu yang lebih jauh.

Dalam siaran resmi, Minggu (7/4/2024), masyarakat kini bisa mengurus paspor elektronik (e-paspor) di mana saja. Kebijakan ini diatur melalui terbitnya surat edaran Direktur Jenderal Imigrasi nomor IMI-0005.GR.01.02 Tahun 2024 tanggal 08 Januari 2024.

Setelah bertambah menjadi 102 kantor imigrasi di tahun 2023, saat ini ke-126 kantor imigrasi yang tersebar dari Sabang hingga Merauke sudah bisa melayani pengurusan paspor e-paspor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah, di bulan suci ini berhasil kita genapkan. E-paspor sudah bisa diajukan pada seluruh kantor imigrasi di Indonesia," ujar Dirjen Imigrasi, Silmy Karim.

Lebih lanjut, Silmy menjelaskan bahwa perluasan jangkauan layanan e-paspor ini sekaligus menyikapi tingginya kebutuhan masyarakat akan paspor elektronik. Pada tahun 2023 terjadi peningkatan permohonan e-paspor sebesar 138% jika dibandingkan dengan tahun 2022.

ADVERTISEMENT

"Saat ini animo masyarakat (akan e-paspor) sangat tinggi. Di tahun 2023, permohonannya mencapai 818.339 paspor. Kita imbangi itu dengan perluasan layanan," tutur Silmy.

Paspor elektronik dan paspor biasa pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai bukti identitas diri yang berlaku internasional dan dapat digunakan untuk melakukan perjalanan.

Perbedaannya terletak pada chip berisikan data biometrik pemegangnya yang bisa dipindai dan bisa digunakan melewati gerbang pelintasan otomatis (autogate) yang saat ini banyak disediakan negara-negara di seluruh dunia.

Selain itu, WNI yang mengajukan permohonan visa ke negara-negara Eropa bisa mendapatkan masa berlaku visa yang lebih lama jika dibandingkan mengajukan permohonan visa menggunakan paspor biasa (non-elektronik).

Fitur paspor elektronik yang lebih mutakhir berpengaruh dalam proses permohonan visa ke negara-negara yang memiliki preferensi visa approval lebih mudah kepada
pengguna paspor elektronik. Sebagai contoh negara Jepang memberikan kemudahan bagi pemohonan penerbitan visa dengan e-paspor.

"Selain karena fiturnya yang mutakhir, e-paspor ini juga memberikan confidence kepada warga negara Indonesia yang mengajukan permohonan visa, karena beberapa negara menganggap e-paspor itu lebih bonafide dan itu berpengaruh terhadap visa yang diajukan" jelas Silmy.

"Ke depannya tren internasionalnya akan ke arah sana (e-paspor). Jadi kami imigrasi sudah persiapan dari sekarang dari sisi sarana dan prasarana. Kita harapkan masyarakat juga akan bisa menyesuaikan (memilih e-paspor)," kata dia.



Cegah TPPO, Imigrasi Tunda Terbitkan 3.541 Paspor hingga Juni 2024

Cegah TPPO, Imigrasi Tunda Terbitkan 3.541 Paspor hingga Juni 2024


(msl/fem)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat