kubetno1.net

Jelang Tahun Baru, Hotel di Bali Laris Manis

Calon penumpang pesawat udara menunggu jadwal keberangkatan di Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (21/8/2021). Menurut pengelola bandara tersebut, terjadi peningkatan jumlah rata-rata penumpang harian sekitar 10-15 persen setelah pemberlakuan aturan syarat perjalanan antar Pulau Jawa-Bali yang bisa menggunakan hasil tes COVID-19 berbasis Antigen bagi penumpang yang telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap dan diprediksikan jumlah tersebut akan terus meningkat dengan turunnya tarif tes COVID-19 berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.
Ilustrasi Bali (Fikri Yusuf/Antara)

Denpasar -

Hotel-hotel di Bali laris manis di musim libur tahun baru. Okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel di Bali nyaris penuh pada musim libur akhir tahun ini.

Rata-rata, okupansi hotel di Bali di atas 80 persen. Saat ini, turis tumplek-blek di Bali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali dari Januari sampai dengan tanggal 26 Desember 2023 sudah mencapai 5.232.751 wisman. Sedangkan, wisatawan domestik mencapai 9.459.259," kata Kepala Dinas Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun, dikutip Kamis (28/12/2023).

Dia mengatakan saat ini ada kurang lebih 157 ribu hotel di Bali. Rata-rata, keterisian kamar hotel lebih dari 80 persen. Angka ini naik dibanding liburan akhir tahun pada 2022 yang hanya 54 persen.

ADVERTISEMENT

Hingga malam tahun baru, okupansi hotel diproyeksikan akan tembus 90%-95%. Puncak kedatangan wisatawan di Bali diprediksi terjadi pada H-2 tahun baru.

Selain itu diprediksi masa tinggal wisatawan di hotel meningkat. Untuk masa tinggal wisman bisa mencapai dua pekan atau sekitar 14 hari, sedangkan masa tinggal wisatawan domestik maksimal sekitar tujuh hari.

Marketing The Cakra Hotel Ni Luh Aggreniawati mengatakan okupansi hotel saat ini mencapai 97 persen. Menurutnya, tingginya okupansi hotel tersebut telah terjadi selama satu minggu belakangan ini.

"Kalau tahun 2022 lalu okupansi hotel kurang lebih 89 persen. Jadi (tahun ini) lumayan ada peningkatan," kata Anggreniawati.

"Kalau Nataru rata-rata lama menginap tamu kurang lebih tiga hari sampai satu minggu lamanya. Mungkin sampai tanggal 5-10 Januari 2024," dia menambahkan.



Simak Video "Libur Nataru ke TMII, Pengunjung Puji Penataan dan Wajah Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat