kubetno1.net

Situs Warungboto Istana Air Pesanggrahan Kuno Ngayogyakarta

Situs Warungboto Jogja. Foto diambil Senin (3/9/2023).
Situs Warungboto (Anandio Januar/)

Jakarta -

Selain menjadi surga pecinta alam, Jogja juga menjadi surga penikmat sejarah dan budaya. Salah satu yang bisa disinggahi adalah Situs Warungboto.

Situs Warungboto juga dikenal sebagai bagian dari Pesanggrahan Rejawinangun telah ada sejak 1778 M. Bangunan itu juga merupakan sebuah banteng pertahanan dari sisi timur Keraton Ngayogyakarta.

Pesanggrahan itu merupakan istana air dengan fungsi utama untuk ketenangan dan kenyamanan. Umumnya, di dalam pesanggarahan terdapat taman, kolam, kebun, dan fasilitas lain penunjang kegiatan religius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesanggrahan Warungboto berada di Kelurahan Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta. Situs Warungboto atau Pesanggrahan Rejowinangun merupakan salah satu dari beberapa pesanggrahan yang dibangun era Sri Sultan Hamengku Buwono II.

Selama periode sebagai Putra Mahkota tahun 1765 M hingga 1792 M, beberapa pesanggrahan yang dibangun adalah Pesanggrahan Rejawinangun, Purwareja, Pelem Sewu, dan Reja Kusuma. Oleh karenanya, sang raja dikenal sebagai raja pembangunan pesanggrahan.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan sumber di antaranya Tidischriff voor Nederlandsch Indie tulisan J.F. Walrofen van Nes tahun 1884, Babad Momana serta Serat Rerenggan dijelaskan bahwa Pesanggrahan Rejawinangun mulai dibangun pada tahun 1711 Jw (1785 M). Di dalam babad Momana disebut angka tahun pembuatan pesanggrahan, 1711 tahun Dal, Kanieng Gusti awit vasa ing Rejawinangun...

Sebagai tempat peristirahatan raja dan keluarga, Rejawinangun pernah dikunjungi dan "dinspeksi" seorang pejabat Belanda, yaitu Jan Greeve pada 5 hingga 15 Agustus 1788 M. Inspeksi dan kunjungan terhadap sarana dan prasarana yang dapat difungsikan sebagai pertahanan tersebut dilakukan bersamaan dengan benteng baluwarti Keraton.

Berdasarkan hasil identifikasi gugusan bangunan Pesanggrahan Rejawinangun terbuat dari batu bata tapa struktur kayu, seperti bangunan Pesanggrahan Tamansari yang berdinding tebal. Kompleks pesanggrahan itu terdiri atas pagar keliling dan bangunan pesanggrahan.

Lokasinya yang berseberangan langsung dengan Sungai Gajah Wong. Nah, air yang mengalir ke Situs Warungboto berasal dari sungai tersebut dengan memanfaatkan undak-undakan sungai.

Pesanggrahan Rejawinangun di sisi barat Sungai Gajah Wong terdiri atas bangunan inti yang berada di dalam pagar keliling sera terdapat ruang utama yang merupakan pusat kesakralan. Bangunan tersebut diindikasikan sebagai bangunan pengimaman. Selain itu terdapat dua buah kolam yang berbentuk bundar dan segi empat. Kedua kolam tersebut berdinding bata dengan perekat dan lepa.

Penelitian tentang Situs Warungboto telah dilakukan sejak zaman Belanda hingga masa pasca kemerdekaan. Pada tahun 1936, Oudheidkundige Dienst (OD) membuat peta gambar rekonstruksi serta mendokumentasikannya dalam bentuk foto. Kegiatan in selesai tahun 1937.

Kemudian, hasil pemetaan Oudheidkundige Dienst tahun 1936 tersebut ditindaklanjuti dengan kegiatan perbaikan darurat oleh Dienst der Zelbestuurweken te Jogjakarta (dinas pekerja Kotapraja) dengan petunjuk dari Oudheidkundige Dienst.

Setelah dilakukan perbaikan darurat tahun 1939 oleh Oudheidkundige Dienst maka tahun 1981 mulai diadakan peninjauan kembali terhadap kekunoan Situs Warungboto. Langkah itu dilakukan kaitannya dengan usaha pemeliharaan dan perlindungannya sebagai situs purbakala.

Hingga pasca gempa tahun 2006 dilakukan pemugaran. Gempa tektonik yang mengguncang Yogyakarta pada 27 Mei 2006 semakin memperparah kerusakan dari sisa-sisa bangunan Pesanggrahan Rejawinangun yang masih ada. Namun sebagian sisa-sisa bangunan tersebut seperti bangunan pendapa, kolam bundar dan masjid secara parsial masih dapat dilestarikan.

Pemugaran dilakukan berulang kali secara bertahap. Tahun 2009 dilakukan pemugaran bagian pendapanya. Kemudian, pada tahun 2015 pada bagian depan yang terdapat bangunan pengimaman dengan kondisi memprihatinkan.

Lantas, di tahun 2016 rehabilitasi dilakukan di bangunan tengah yang terdapat kolam atau umbul, sayap sisi selatan, dan bangunan bertingkat sisi selatan serta pagarnya.



Wisata Baru, Bisa Lihat Bandara YIA hingga Laut Selatan dari Ketinggian

Wisata Baru, Bisa Lihat Bandara YIA hingga Laut Selatan dari Ketinggian


(fem/fem)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat