kubetno1.net

Wiratea Spices Bar, Upaya agar Minuman Rempah Tak Punah

Wiratea Spices Bar di Yogyakarta
Wiratea di Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/)

Jakarta -

Anggapan rempah identik dengan jamu yang rasanya pahit ditepis oleh Wiratea Spices Bar Jogja. Kolaborasi antara cita rasa rempah yang otentik dipadu dengan minuman yang lebih populer bagi milenium hingga Gen Z, seperti kopi, susu, bahkan jus buah bisa traveler temui di sini.

Berlokasi di dalam Kampung Lawasan Heritage, Sleman, Yogyakarta, Wiratea adalah kedai minuman unik. berbincang degan Fatah, si pemilik, tentang ide dan serba-serbi Wiratea beberapa waktu lalu.

Fatah mengisahkan bahwa dia awalnya seorang tim marketing di Kampung Lawasan Hotel. Saat bekerja di sana, dia melihat peluang menjanjikan di salah satu sudut hotel yang tidak terpakai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wiratea Spices Bar adalah slow bar yang 95% menawarkan minuman kopi yang diracik dengan rasa rempah seperti kunyit, jahe, hingga kayu manis. Tidak hanya kopi, ada pula susu hingga jus buah.

Untuk meneguk segelas minuman rempah, traveler hanya cukup mengeluarkan kocek mulai dari Rp 20.000. Lokasinya juga hanya bisa dikunjungi mulai dari pukul 16.00-22.00

ADVERTISEMENT

Nah, ibu Fatah merupakan seorang penjual jamu gendong.

Peluang ruangan dan tradisi jamu dalam keluarga Fatah iu melahirkan Wiratea, yang dalam bahasa Jawa Kuno, wirati, yang artinya istirahat.

"Kepikiran konsep dari ibunya mas Fatah, memang karena pinginnya rempah-rempat itu nggak cuma orang-orang sepuh dan orang yang suka jamu doang," kata Manda, Barista Wiratea Spices Bar Jogja.

Mengenalkan rempah untuk kalangan anak muda ternyata tidak mudah. Wiratea mencoba melakukan pendekatan lewat dekorasi kedai yang unik. Dengan bangunan 3 lantai di sudut teras hotel, nuansanya disulap bergaya humanis dan natural mengikuti asal sang rempah.

Dengan maksimum kapasitas 25 orang, kedai kecil itu berkonsep outdoor. Gambar-gambar dengan kertas menghiasi dinding bagian kasir sekaligus ruang bagi barista meracik minuman. Lambat laun, pengunjung melihatnya bak visualisasi anime ghibli.

Wiratea telah ada sejak Agustus 2022. Perjalanan hingga akhirnya mampu mewarnai ragam kedai kopi di Jogja butuh waktu 2 tahun perencanaan. Sampai pada titik 95% menu yang ditawarkan adalah minuman rempah.

"Kebetulan coffee shop di jogja udah banyak. Kalau kita bikinnya yang itu-itu aja susah bersaing," kata Manda.

Proses barista mengenalkan minuman rempah pada customer dilakukan secara pendekatan personal. Wiratea berani menjamin garansi minuman baru jika customer tidak menyukai rasa minuman rempah itu.

"Ada beberapa menu yang enggak ada rempahnya tapi itu jadi opsi terakhir. kita coba buat temen-temen yang gasuka itu pelan-pelan aja gitu. karena kan ga yang terlalu strong," Kata Manda.

Wiratea aktif mengikuti beragam event yang terselenggara baik di Jogja maupun luar. Terjauh, Wiratea pernah di dapuk sebagai welcome drink dalam acara Vietnam Internatinal Tourism Marker 2023.

Wiratea sendiri bekerja sama dengan pihak Kampung Lawasan Hotel, terlebih penyediaan ruang ketika hujan juga pemesanan makanan bagi customer. Menurut Manda, pikiran untuk membuka cabang baru belum ada, saat ini Wiratea fokus pada pendekatan dengan customer, mengikuti event, serta refreshment menu.



Simak Video "Popularitas Jamu Diharapkan Meroket Seusai Jadi Warisan Budaya Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat