kubetno1.net

Mitos Gua Belanda di Sibolga: Jangan Ucapkan Kata Kotor Kalau Mau Selamat

Gua Belanda atau Batu Lubang di Sibolga (Instagram)
Foto: Gua Belanda atau Batu Lubang di Sibolga (Instagram)

Sibolga -

Di Sibolga, ada destinasi Gua Belanda yang menyimpan cerita horor tersendiri. Selain itu, ada mitos dilarang mengucapkan kata-kata kotor bagi pengunjung.

Batu Lubang atau Gua Belanda, begitu warga Sibolga mengenalnya. Kami berkesempatan untuk melintasi Batu Lubang tersebut dalam perjalanan menuju Kota Sibolga. Tim berangkat dari Kota Medan pukul 19.30 WIB dan tiba di Batu Lubang sekitar pukul 03.00 dini hari.

Suasana saat itu begitu gelap, hanya ada pencahayaan dari mobil untuk menerangi perjalanan untuk melintasi gua sepanjang kurang lebih 50 meter tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana gua begitu hening, kebetulan hanya mobil tim yang melintasi gua tersebut. Tampak samar, beberapa kelelawar tampak melintas sekilas begitu terkena cahaya mobil. Air menetes dari atas langit-langit gua.

Begitu mulai memasuki gua, sopir travel yang kami tumpangi kemudian membunyikan klakson tiga kali. Tim pun penasaran maksud dari membunyikan klakson tersebut.

ADVERTISEMENT

"Udah memang tradisinya bunyikan klakson," ungkap sopir travel, Parna beberapa waktu lalu.

Parna bercerita, membunyikan klakson selalu dilakukan para sopir agar mobil dari arah berlawanan dapat mengetahui dan dapat bergantian.

Ya, kondisi jalan di dalam gua begitu sempit dan hanya mampu dilewati oleh satu kendaraan saja.

"Jadi biar mobil dari gua satu lagi tahu ada mobil lain jadi gantian masuknya, itu logikanya," ujarnya.

Kisah Mistis Gua Belanda

Parna kemudian diam sesaat, lalu menceritakan kisah mistis dari gua yang memiliki dua bagian tersebut.

"Batu lubang ini dibuat orang kita (warga lokal) pada zaman penjajahan Belanda. Selama proses pembuatan gua ini ada yang mati dan dulu mayatnya enggak dikubur tapi tertimpa batu itu. Makanya kalau lewat situ harus bunyikan klakson," kata Parna.

Selain itu, Parna juga mengingatkan sebelumnya bahwa saat berada di dalam gua tersebut, pengendara ataupun penumpang dilarang untuk mengucapkan kata-kata yang sembarangan ataupun kotor.

"Jangan ngomong sembarangan kalau lewat sini, karena katanya dulu orang kita itu sering mengumpat orang-orang Belanda. Jadi langsung dibunuh sama orang Belanda itu, makanya yang lewat situ enggak boleh ngomong kasar, berbahaya," jelasnya.

Sejarah Gua Belanda di Sibolga

Batu Lubang Sibolga memiliki sejarah menarik dalam proses pembangunannya pada era zaman penjajahan Belanda. Konon, gua ini dibangun sekitar awal tahun 1900-an.

"Pembangunan Batu Lubang ini simpang siur ya, ada yang bilang tahun 1900 atau 1930. Tapi untuk yang tahun 1930 saya enggak yakin karena saya juga cek di Perpustakaan Leiden University, ada koleksi foto asli yang didigitalkan itu tahunnya 1915 dan tidak ada yang lebih tua dari itu. Itu kan fotonya sudah jadi ya, kalau saja kita tarik ke belakang pasti di bawah tahun 1915 untuk pembangunannya," kata Sejarahwan Sumut M Aziz Rizky Lubis.

Azis menyebutkan Batu Lubang ini memegang peranan penting dalam geliat perekonomian pada masa penjajahan Belanda pada zaman dahulu. Di antaranya sebagai bentuk mobilitas dalam pengangkutan hasil bumi dari wilayah Tapanuli ke daerah luar.

"Gunanya Belanda buat gua ini untuk menghubungkan wilayah Tapanuli karena ini kan pada saat itu masuk dalam Keresidenan Tapanuli. Untuk menghubungkan wilayah pedalaman Residen Tapanuli ke wilayah luar, pertama Sibolga ini memang pada saat itu jadi ibukota dari Keresidenan Tapanuli, nah mereka memiliki pelabuhan yang menjadi pintu masuk dan keluar ke dunia yang ada di sekitarnya maupun ke luar negeri," kata Azis.

-------

Artikel ini telah naik di detikSumut.



Simak Video "Mitos atau Fakta: Minum Soda Campur Garam Bantu Atasi Masuk Angin"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat